Cegah Penyebaran DBD, Ini Instruksi Dandim 0320/Dumai

 

Dandim 0320/Dumai Letkol Inf Antony Triwibowo mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hal ini mengingat cuaca di Kota Dumai yang akhir-akhir ini sering berubah-ubah, sehingga berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, vektor pembawa penyakit DBD.


"Cuaca yang tidak menentu, seperti hujan dan panas yang bergantian, dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti," kata Dandim, Selasa (7/11).


Dandim menjelaskan, nyamuk Aedes aegypti biasanya berkembang biak di tempat yang tergenang air, seperti bak mandi, gentong, kendi, vas bunga, dan tempat-tempat penampungan air lainnya. Oleh karena itu, masyarakat harus melakukan upaya pencegahan DBD dengan cara melakukan 3M Plus.


"3M Plus adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat-tempat yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Selain itu, masyarakat juga perlu menggunakan obat nyamuk, memasang kawat kasa di jendela dan ventilasi, serta memelihara ikan pemakan jentik nyamuk," ujar Dandim.


Dandim juga meminta masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala demam berdarah, seperti demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan nyeri perut.


"Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat," kata Dandim.


Dandim berharap dengan upaya bersama, masyarakat dapat mencegah penyebaran penyakit DBD di Kota Dumai.

Lebih baru Lebih lama