Jelang MTQ ke 42, PMD Minta Pemko Dumai Tutup Hiburan Malam dan Gelanggang Permainan


Pemuda Melayu Dumai (PMD) menyampaikan permintaan kepada Pemerintah Kota Dumai untuk segera menerbitkan surat edaran yang mewajibkan penutupan gelanggang permainan dan hiburan malam selama berlangsungnya Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-42 di Kota Dumai. 


Permintaan ini disampaikan oleh perwakilan PMD, Wan Ade Syahputra, menurutnya, keberadaan gelanggang permainan dan hiburan malam selama MTQ dikhawatirkan dapat mengganggu kekhusyukan dan kesucian acara MTQ. 


Selain itu, keberadaan tempat-tempat tersebut juga dapat menimbulkan penilaian negatif dari kafilah dan tamu undangan dari luar daerah.


"Kami meminta kepada Pemerintah Kota Dumai untuk segera menerbitkan surat edaran yang mewajibkan penutupan gelanggang permainan dan hiburan malam selama berlangsungnya MTQ ke-42 di Kota Dumai," kata Wan Ade.


Wan Ade menjelaskan bahwa MTQ merupakan acara keagamaan yang harus dihormati dan dijunjung tinggi. Ia berharap dengan penutupan gelanggang permainan dan hiburan malam, kekhusyukan dan kesucian MTQ dapat terjaga.


"MTQ adalah acara keagamaan yang harus dihormati dan dijunjung tinggi. Kami harap dengan penutupan gelanggang permainan dan hiburan malam, kekhusyukan dan kesucian MTQ dapat terjaga," ujar Wan Ade.


PMD juga meminta kepada masyarakat Kota Dumai untuk bersama-sama mendukung kelancaran dan kesuksesan MTQ ke-42. 


"Kami juga mengajak masyarakat Kota Dumai untuk bersama-sama mendukung kelancaran dan kesuksesan MTQ ke-42. Mari kita jadikan MTQ ini sebagai momen untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT," pungkas Wan Ade. 

Lebih baru Lebih lama