![]() |
| Jendral Soemarno (Kiri), Ruslan (Kanan) |
Kehadiran para tokoh tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung gerakan perdamaian dunia yang berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Perwakilan Riau dalam organisasi ini dipimpin oleh Ruslan SE, SH yang dipercaya mengoordinasikan peran dan kontribusi para tokoh daerah dalam misi perdamaian global.
Tokoh-tokoh yang turut bergabung antara lain Dr. H. Rusli Zainal, MP, Brigjen Purn. Edi Natar Nasution, Datuk Panglima Tengku Hariyanto, Prof. Haris Gunawan, Dr. Eng. Syahminan, SY, MT, IPU, Prof. Edi Erwan, Dr. Elviriadi, S.Pi, M.Si, Drs. H. Said Saglul Amri, M.Si, ME, Dr. Agusnimat, serta Drs. H. Tarmizi Tohor, MA.
Bergabungnya sejumlah tokoh tersebut diharapkan dapat memperkuat eksistensi organisasi dalam membawa misi perdamaian melalui pendekatan kemanusiaan lintas sektor.
Ruslan menjelaskan bahwa The World Peace Guard merupakan organisasi yang berdiri dengan semangat kemanusiaan universal.
“Gerakan perdamaian harus berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, kebebasan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia demi terciptanya ketertiban dan kedamaian dunia,” ujarnya pada awak media, (8/2).
Ruslan menambahkan bahwa organisasi ini memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan The World Peace Committee dalam mewujudkan visi dan misinya.
“Pengamanan dan dukungan terhadap berbagai kegiatan menjadi bagian penting dalam membangun perdamaian dunia secara profesional dan netral,” ungkap Ruslan.
Menurut Pria yang identik dengan memakai kacamata ini, pendekatan yang dilakukan oleh organisasi tersebut mengedepankan dialog dan kerja sama lintas negara, agama, serta budaya.
“Upaya menjaga dan mempromosikan perdamaian dunia dilakukan melalui pendekatan kemanusiaan, dialog, serta kerja sama lintas bangsa dan budaya,” jelasnya.
Ruslan juga menegaskan bahwa organisasi ini menempatkan nilai kemanusiaan universal sebagai dasar utama dalam setiap kegiatan.
“Perlindungan terhadap nilai kemanusiaan universal termasuk hak asasi manusia, keadilan sosial, serta martabat setiap individu menjadi fokus utama,” kata Ruslan.
Lebih lanjut, Ruslan menyampaikan bahwa penyelesaian konflik secara damai menjadi fokus utama organisasi.
“Penyelesaian konflik harus dilakukan dengan cara damai, non-kekerasan, serta bermartabat sesuai dengan prinsip hukum internasional,” tuturnya.
Dalam menjalankan tugasnya, organisasi ini juga mengedepankan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Peningkatan kompetensi anggota dilakukan dengan menjunjung tinggi disiplin, integritas, dan netralitas sebagai landasan utama dalam menjalankan peran organisasi,” jelas Ruslan.
Koordinator Wilayah Riau ini juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga stabilitas dunia.
“Kerja sama dengan institusi nasional maupun internasional menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan perdamaian dunia,” katanya.
Ruslan turut menekankan bahwa The World Peace Guard merupakan organisasi independen yang tidak terafiliasi dengan kepentingan politik maupun militer.
“Organisasi bersifat independen, non-politis, dan non-kekerasan serta menjunjung tinggi netralitas dalam setiap tindakan,” tegas Ruslan.
Ia menyebut bahwa organisasi ini berpedoman pada prinsip perdamaian internasional serta hukum yang berlaku secara nasional maupun global.
“Pedoman utama organisasi berlandaskan prinsip perdamaian internasional, nilai kemanusiaan universal, serta hukum nasional dan internasional yang berlaku,” ujarnya.
Tak lupa Ruslan menjelaskan bahwa keberadaan organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam menjaga perdamaian.
“Peran masyarakat sangat penting dalam menciptakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” kata Ruslan.
Ia menilai bergabungnya sejumlah tokoh Riau menjadi kekuatan moral dalam mendukung misi organisasi.
“Partisipasi para tokoh menjadi energi besar dalam memperkuat gerakan perdamaian yang berlandaskan nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Dumai untuk periode 2023-2028 turut menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak memiliki unsur persenjataan maupun tindakan koersif.
“Organisasi kemanusiaan mengedepankan dialog, edukasi, dan pendekatan sosial dalam menjaga perdamaian,” jelas Ruslan.
Ruslan berharap kehadiran perwakilan Riau dalam The World Peace Guard dapat membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
“Kontribusi nyata diperlukan dalam menciptakan dunia yang damai, adil, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan untuk generasi masa depan,” tutupnya.

