Berdasarkan pantauan dan keluhan masyarakat setempat, para pelaku balap liar kerap memanfaatkan trek lurus Jalan Jenderal Sudirman saat volume kendaraan mulai sepi. Suara knalpot brong yang bising memecah keheningan malam, sangat mengganggu warga yang sedang beristirahat. Tak jarang, para pelaku menutup jalan secara sepihak dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi tanpa mengindahkan aturan lalu lintas maupun alat pelindung diri.
Bendahara PMII kota Dumai Satria Ramadhan, mengaku khawatir setiap kali melintas di kawasan tersebut pada malam hari.
"Setiap akhir pekan atau malam hari, suara knalpotnya sangat bising. Kami yang berkendara jadi takut tersenggol atau terlibat kecelakaan karena jalan yang biasa kita gunakan beralih fungsi menjadi lintasan balap," ujarnya.
Selain membahayakan diri sendiri, aksi ilegal ini telah berulang kali nyaris memakan korban dari kalangan pengguna jalan umum yang melintas. Minimnya efek jera disinyalir membuat para pelaku terus mengulangi perbuatannya meski imbauan kerap diberikan.
Masyarakat Kota Dumai berharap Pihak Kepolisian, khususnya Satlantas Polres Dumai beserta instansi terkait, dapat meningkatkan intensitas patroli rutin dan melakukan penindakan tegas di titik-titik rawan. Penertiban knalpot tidak standar serta sanksi hukum yang berat diharapkan mampu memberikan efek jera, demi mengembalikan fungsi Jalan Jenderal Sudirman yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.

