Bersama Tim Mabes TNI Masyarakat Diminta Sama-sama Cegah Karhutla


Tim Sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kantor Desa Mengkopot, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (9/9/2026). Kegiatan dimulai sekira pukul 09.46 WIB dan diikuti perangkat desa, RT/RW serta masyarakat.


Kegiatan tersebut dihadiri Kolonel Adm Dayatmoko dan Letkol Ckm Widodo Nogroho dari Tim Sosialisasi Karhutla, didampingi Danramil 06/Merbau Kapten Arh R. Sinaga bersama Babinsa. 


Sosialisasi menjadi sarana memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla sejak dini.


Kolonel Adm Dayatmoko menyampaikan bahwa Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. 


“Kebakaran hutan dan lahan sangat berpengaruh dari segi ekonomi, kesehatan, transportasi, pertanian hingga pendidikan,” ujar Kolonel Adm Dayatmoko.


Menurutnya, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya TNI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla. 


“Kami diperintahkan oleh Panglima TNI untuk melakukan sosialisasi untuk mencegah dan menanggulangi Karhutla,” katanya.


Kolonel Adm Dayatmoko juga menekankan pentingnya kesiapan sumber air dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di wilayah lahan gambut. 


“Untuk di lahan gambut, cara yang efektif untuk mencegah dan menanggulangi Karhutla dengan cara membuat kanal dan embung sebagai sumber air,” ungkapnya.


Sementara itu, Letkol Ckm Widodo Nogroho mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan tempat tinggal dari ancaman Karhutla. 


“Marilah kita menjaga kampung halaman dan desa kita ini dari Karhutla. Lakukan sinergitas antarinstansi dan masyarakat untuk mengatasi dan mencegah Karhutla,” tuturnya.


Letkol Ckm Widodo Nogroho menambahkan, pembangunan kanal dan embung dinilai penting sebagai langkah kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran. 


“Untuk mengatasi Karhutla ini perlu kita cegah dengan membuat kanal dan embung sebagai tempat penampungan air, sehingga di saat terjadinya kebakaran sumber air sudah ada dan siap untuk dilakukan pemadaman,” jelasnya.


Dalam sesi tanya jawab, masyarakat Desa Mengkopot menyampaikan kebutuhan dukungan anggaran dan peralatan pemadaman karena perlengkapan yang tersedia masih terbatas. 


Masyarakat juga mengusulkan dukungan alat berat untuk membantu pembuatan kanal dan embung di desa tersebut. 

Lebih baru Lebih lama