Semangat kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-66 di Kota Dumai. Sebagai bentuk syukur dan pengabdian kepada masyarakat, Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Dumai menggelar aksi sosial dengan membagikan 1.000 paket makan siang kepada warga yang membutuhkan, Jumat (17/04).
Kegiatan yang mengusung tema pengabdian tanpa batas ini menyasar para pekerja harian lepas, pengemudi ojek daring, tukang becak, hingga masyarakat kurang mampu di beberapa titik strategis pusat Kota Dumai.
Ketua PC PMII Kota Dumai Syahrizal Rahman menyatakan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni perayaan tahunan, melainkan bentuk nyata dari implementasi Nilai Dasar Pergerakan (NDP), yakni Hablum minan-naas (hubungan baik antar sesama manusia).
"Di usia yang ke-66 ini, kami ingin PMII hadir bukan hanya sebagai organisasi kaderisasi intelektual, tetapi juga sebagai organisasi yang peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat. 1.000 paket makan siang ini adalah simbol kebersamaan kami dengan rakyat," ujarnya di sela-sela pembagian nasi bungkus
Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan kader PMII dengan atribut khas jas biru kebanggaan menyebar ke beberapa titik ruas jalan protokol. Meski matahari cukup terik, antusiasme para mahasiswa ini tidak surut saat menyapa dan menyerahkan bantuan kepada warga.
Aksi ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu penerima manfaat, seorang petugas kebersihan jalan, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.
"Terima kasih buat adik-adik mahasiswa. Semoga di hari ulang tahunnya, PMII semakin jaya dan terus peduli dengan orang kecil seperti kami," ungkapnya.
Peringatan Harlah ke-66 tahun ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh kader di Kota Dumai untuk memperkuat komitmen keislaman dan keindonesiaan. Selain pembagian makanan, rangkaian harlah di Dumai juga direncanakan akan diisi dengan kegiatan:
• Doa Bersama dan Istighosah.
• Kaderisasi Mapaba Raya
• Silaturahmi Alumni lintas generasi.
Melalui aksi "PMII Berbagi" ini, organisasi berharap dapat terus menanamkan jiwa filantropi kepada seluruh kader agar tetap setia menjadi penyambung lidah masyarakat dan garda terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan.

