Ikatan Pemuda Benteng bersatu Kota Dumai Nyatakan Sikap Menolak Praktik LGBT di Kota Dumai


Ikatan Pemuda Benteng bersatu Kota Dumai menyampaikan sikap resminya terkait isu LGBT yang dinilai semakin menjadi perhatian masyarakat. Organisasi tersebut menyatakan penolakan terhadap praktik LGBT di Kota Dumai dengan alasan ingin menjaga nilai-nilai agama, adat istiadat, budaya, serta norma sosial yang berlaku di tengah masyarakat.


Ketua Ikatan Pemuda Benteng bersatu Kota Dumai, Muhamad Rafi, menegaskan bahwa pihaknya menghormati setiap individu sebagai sesama manusia. Namun, menurutnya, organisasi yang dipimpinnya tidak mendukung perilaku yang dianggap bertentangan dengan nilai agama, budaya, dan norma yang dianut masyarakat Kota Dumai.


"Kami menghargai setiap orang sebagai sesama manusia. Namun, kami menolak praktik yang menurut kami bertentangan dengan nilai agama, adat, dan budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kota Dumai," ujar Rafi.


Rafi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, serta pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kondusivitas Kota Dumai. Ia berharap setiap penyampaian aspirasi dilakukan secara damai, sesuai hukum, serta saling menghormati.


Menurutnya, Ikatan Pemuda Benteng bersatu akan terus mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga ketertiban umum dan membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai moral, budaya, dan persatuan.


Di akhir pernyataannya, Rafi mengimbau masyarakat agar menyikapi perbedaan pendapat dengan bijaksana serta menghindari tindakan yang mengarah pada kebencian atau kekerasan terhadap siapa pun. 

Lebih baru Lebih lama